Edukasi Gizi dan Pangan Lokal sebagai Strategi Pengabdian Masyarakat untuk Menurunkan Risiko Stunting di Kota Kendari
Keywords:
stunting, pelibatan masyarakat, edukasi gizi dan pangan lokalAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi nasional mencapai 19,8% pada tahun 2024. Kondisi ini berdampak tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif dan produktivitas generasi muda di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan seminar edukasi gizi berbasis pangan lokal sebagai strategi pencegahan stunting sekaligus bentuk pengabdian masyarakat oleh dosen dan mahasiswa. Kontribusi utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran orang tua, guru, dan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang serta pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif sehat dan terjangkau. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui seminar interaktif yang menghadirkan dua narasumber, melibatkan 40 peserta, serta memanfaatkan data kuesioner, observasi, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang gizi seimbang, 78% termotivasi untuk menggunakan pangan lokal, dan 70% siap mengubah pola konsumsi keluarga. Diskusi interaktif juga memperkuat kesadaran kolektif antara guru, orang tua, dan anak dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Kesimpulannya, kegiatan seminar ini berhasil menjawab tujuan penelitian, yakni memperkuat kapasitas masyarakat melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal. Temuan ini sekaligus mempertegas pentingnya pelibatan masyarakat dalam bentuk seminar interaktif sebagai model praktis pengabdian yang dapat direplikasi di komunitas lain untuk mendukung target nasional penurunan stunting.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.